Senin, April 19, 2021

Subang Minim Lapangan Kerja, Pembuat Kartu Pencari Kerja Capai Belasan Ribu Orang

SERING DIBACA

Serikat Nelayan NU Kerjasama Loka PSPL Serang Kembangkan Potensi Mangrove dan Garam di Jawa Barat

  DEPOK - Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Jawa Barat Bekerjasama dengan Loka PSPL Serang Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dalam...

Polsek Subang Himbau Warga Tidak Berkerumun Pada Pendataan Banpres Di Bank BNI Subang.

Subang - Pendataan  Banpres di Bank BNI Subang Timbulkan kerumanan yang tidak terhindarkan Hal ini tentu menjadi sorotan publik dimana...

Ramadhan Berkah! IJTI Korda Purwasuka Gandeng Karang Taruna Bagi-bagi Takjil Kepada Pengguna Jalan

  Purwakarta, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Purwasuka menggandeng Karang Taruna Unit Dusun 2 Desa Cibeber Kecamatan Kiarapedes Kabupaten...

SUBANG- Kabupaten Subang mulai tahun 2021 akan menjadi daerah kawasan industrialisasi, seiring mulai beroperasinya pelabuhan Patimban pada akhir Nopember 2020 dan mulai dibangunnya beberapa kawasan Industri seperti kawasan industri Surya Cipta di Kecamatan Cipeundeuy

Sekalipun dalam 10 tahun kebelakang, puluhan industri sudah masuk ke Kabupaten Subang. Namun lapangan pekerjaan di kabupaten Subang masih minim.

Minimnya lapangan pekerjaan di Subang justru berbanding terbalik dengan tingginya permintaan kartu pencari kerja yang perharinya mencapai puluhan hingga ratusan orang. Bahkan permintaan kartu pencari kerja atau kartu kuning perbulannya bisa mencapai 1.000-2.000 orang

Berdasarkan data dari Disnakertrans Subang hingga pertengahan tahun 2020, jumlah permintaan kartu pencari kerja telah mencapai lebih dari 15.000 orang

” Hingga Nopember 2020 ini kita sudah mengeluarkan lebih dari 15.000 kartu pencari kerja” ujar Deden Almansyur, Kasi Pasar dan Bursa Kerja Disnakertrans Subang, Jumat siang(13/11/2020)

Menurut Deden, jumlah permintaan kartu pencari kerja tahun ini sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 lalu yang mencapai 2 kali lipat dari tahun ini

” Pada tahun 2019 kemarin jumlah permintaan kartu pencari kerja mencapai 35.000 lebih, sedangkan tahun ini baru 15.000 lebih. Mungkin karena dampak Covid-19 banyak perusahaan yang tak membuka lowongan pekerjaan” kata Deden

Dikatakan Deden, tingginya permintaan kartu pencari kerja tak sebanding dengan jumlah lowongan pekerjaan di Subang yang sangat minim jika dibandingkan dengan permintaan kartu pencari kerja

” Kemungkinan para pencari kerja ini membuat kartu pencari kerja untuk melamar kerja ke luar daerah Subang seperti Kawarang, Purwakarta, Bekasi,Jakarta,Tanggerang bahkan Bandung” ucap Deden

Berdasarkan data Disnakertrans, rata-rata usia  pembuat kartu pencari diangka 19-35 tahun dengan tingkat pendidikan 20 persen Sarjana, 65 persen SMK-SMA dan 15 persen SMP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU