Senin, April 19, 2021

Minim Perhatian Pemerintah, Warga Pusakanagara Tinggal di Emper Rumah Sisa Kebakaran

SERING DIBACA

Serikat Nelayan NU Kerjasama Loka PSPL Serang Kembangkan Potensi Mangrove dan Garam di Jawa Barat

  DEPOK - Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Jawa Barat Bekerjasama dengan Loka PSPL Serang Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dalam...

Polsek Subang Himbau Warga Tidak Berkerumun Pada Pendataan Banpres Di Bank BNI Subang.

Subang - Pendataan  Banpres di Bank BNI Subang Timbulkan kerumanan yang tidak terhindarkan Hal ini tentu menjadi sorotan publik dimana...

Ramadhan Berkah! IJTI Korda Purwasuka Gandeng Karang Taruna Bagi-bagi Takjil Kepada Pengguna Jalan

  Purwakarta, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Purwasuka menggandeng Karang Taruna Unit Dusun 2 Desa Cibeber Kecamatan Kiarapedes Kabupaten...

SUBANG – Miris sekali  melihat nasib keluarga Saprudin, sejak rumahnya  habis terbakar  dua bulan lalu (25/10 2020)   Saprudin bersama istri dan ke 3 anaknya, warga dusun Sukamulya Desa Rancadaka Kecamatan Pusakanagara ini     terpaksa tidur  di emper bekas rumahnya yang terbakar.

Menurut  Lia  sejak rumah kami terbakar saya dan ke 3 anak saya terpaksa tidur di emper rumah sisa kebakaran 2 bulan lalu

” Semua harta benda  baik motor, sepeda  termasuk,  mesin penetas itik satu satunya  usaha keluarga  habis terbakar hanya emper ini saja yang tersisa yang sekarang kami tempatin untuk berteduh” ujar Lia, istri Saprudin

Namun dikala hujan turun, Lia mengaku sangat sedih melihat ketiga buah hatinya harus tidur kedinginan dan kehujanan akibat atap empernya yang sisa kebakaran tersebut bocor dan rapuh

” Kalau hujan,  ya yang kasian anak anak kami  ga bisa tidur karena kedinginan, atap nya bocor” ucap Lia kepada Patimbannews.com, Minggu (3/1/2021)

Lia mengaku tak bisa membangun kembali rumahnya yang ludes akibat dilalap si Jago Merah, karena tak punya dana

” Jangankan untuk membangun rumah untuk makanpun sulit, sejak rumah terbakar, seluruh barang berharga dan tempat usaha tak bisa lagi digunakan” tuturnya

Dikatakan Lia, sebelum kebakaran  suami  mempunyai usaha kecil kecilan  penetasan itik dan  pembuatan telor asin. sewaktu kebakaran semua telor dan mesin penetasan habis terbakar

Lia berharap ada pihak dermawan maupun pemerintah bisa membantu membangun kembali rumahnya yang ludes terbakar sehingga, dirinya beserta suami dan ketiga anaknya bisa tinggal dengan nyaman tanpa harus kedinginan dan kehujanan

Sementara itu Kepala Desa Rancadaka, H M.Sueb mengatakan bahwa pihak desa, sudah mengajukan proposal bantuan ke Dinas Sosial Kabupaten Subang, akan tetapi sampai sekarang belum juga ada jawaban, kapan bantuan kebakaran rumah terhadap warga kami akan di realisasikan

” Kami sudah berusaha mengajukan bantuan dan berharap  agar pengajuan proposal tersebut secepatnya di tindak lanjuti dan di realisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Subang Khususnya Dinas Sosial” ucap Kades Rancadaka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU