Miris! Akibat Sek Bebas, Kasus Pernikahan Dini Anak Dibawah Umur Meningkat di Subang

0
985

SUBANG – Kasus Pernikahan dini anak dibawah umur di kabupaten Subang selama masa Pandemi Covid-19 tergolong tinggi. Bahkan, setiap tahun tercatat ada ratusan anak dibawah umur terpaksa menikah.

Hal itu terungkap dari data perkara dispensasi kawin di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Subang. Pada tahun ini, sejak Januari–Menjelang akhir Nopember 2020, perkara dispensasi kawin ke PA Kabupaten Subang yang telah dikabulkan hakim sebanyak 176 perkara.

“Angka ini tinggi dan sangat memprihatinkan,” kata Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Subang, Dadang Zaenal, Selasa (24/11/2020).

Menurut Dadang Zaenal, Berdasarkan UU No. 16/2019 tentang Perubahan atas UU No. 1/1974 tentang Perkawinan telah menaikkan usia minimal kawin perempuan dari 16 tahun menjadi 19 tahun. Dengan demikian, usia kawin perempuan dan laki-laki sama-sama 19 tahun.
Namun, UU Perkawinan tetap mengatur izin pernikahan di bawah usia 19 tahun. Syaratnya, kedua orang tua calon mempelai meminta dispensasi ke pengadilan.

“Memang ternyata setelah ditetapkan UU tentang menaikkan usia kawin itu bagi perempuan, intensitas perkara dispensasi meningkat,” katanya

Menyikapi penaikan usia itu, MA menerbitkan Peraturan MA No. 5/2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin pada 20 November 2019. Untuk calon mempelai beragama Islam, permohonan dispensasi diajukan kepada pengadilan agama.

Adapun penyebab terjadinya pernikahan dini di Kabupaten Subang beragam. Di antaranya, karena faktor ekonomi dan faktor pergaulan bebas yang menyebabkan calon pengantin perempuannya hamil di luar nikah.

Dadang Zaenal mengaku, lembaganya mengalami dilema dalam menghadapi pasangan yang mengajukan dispensasi kawin. Apalagi, jika calon pengantin perempuannya sudah telanjur hamil. Jika tidak dinikahkan, maka akan berdampak pada status bayi yang akan dilahirkan.

Salah satunya penyebab utama meningkatnya pernikahan dini dimasa Pandemi Covid-19 ini mungkin karena sekolah yang menerapkan metode pembelajaran secara online sehingga membuat anak-anak kurang terkontrol.

Dadang Zaenal berharap, pihak orang tua bisa lebih ketat mengawasi pergaulan anaknya, agar kasus pernikahan dini bisa dicegah sekaligus menghindari hal-hal yang tidak di inginkan seperti kenakalan remaja baik itu sek bebas maupun penyalahgunaan narkoba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here