Sabtu, Juni 19, 2021

Miris! Tak Ada Anggaran, Pemkab Subang Tak Sanggup Bangun Kembali Pasar Inpres Pamanukan Yang Terbakar

SERING DIBACA

Covid-19 Meningkat! Dinkes Subang Akan Sulap RUANG BERSALIN di 17 Puskesmas Jadi Tempat Perawatan Pasien Covid-19

  SUBANG - Kasus Covid-19 di Kabupaten Subang dari hari ke hari di bulan Juni 2021 terus meningkat signifikan. penambahan...

Hari Ini Jumat(18/6/2021)! 238 Orang Warga Subang Terpapar Covid-19 & 5 Orang Meninggal Dunia.

  SUBANG - Kasus Covid-19 di Kabupaten Subang dari hari ke hari di bulan Juni 2021 terus meningkat signifikan. penambahan...

Pemkab Subang Kembali Berlakukan PPKM! Hajatan Maximal Dihadiri 50 Orang, Tempat Hiburan & Wisata Ditutup Sementara

  SUBANG - Kasus Covid-19 di Kabupaten Subang terus meningkat di Bulan Juni 2021 ini. Dalam upaya menekan penyebaran Covid-19...

SUBANG – Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Mungkin pepatah yang sangat tepat untuk menggambarkan nasib pedagang di pasar inpres Pamanukan yang tokonya ludes terbakar.

Selain toko dan Dagangan Ludes terbakar, Pedagang harus membangun sendiri tokonya yang terbakar. Dikarenakan Pemkab Subang tak memiliki anggaran untuk membangun kembali pasar inpres Pamanukan yang terbakar pada Sabtu pagi (16/1/2021) lalu.

Dalam kebakaran di blok A tersebut, 98 toko milik 39 pedagang ludes terbakar, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp.4 Milyar. Hingga hari ini Rabu (20/1/2021) berdasarkan pantauan di lokasi, puing-puing sisa kebakaran masih terlihat dan belum dibersihkan.

Sementara itu terkait penyebab kebakaran, pihak DKUPP masih belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut apa, karena masih dalam proses penyelidikan Polres Subang

Kabid Pasar DKUPP Subang, Jaenudin mengungkapkan sejauh ini pemkab Subang belum ada rencana untuk membangun kembali pasar inpres Pamanukan yang terbakar akhir pekan lalu

” Pemkab Subang belum berencana membangun kembali pasar Inpres Pamanukan, karena tak ada anggaran dimasa Pandemi Covid-19 ini”ujar Jaenudin

Namun menurut Jaenudin, berdasarkan hasil musyawarah dengan para pedagang yang tokonya terbakar, mereka akan membangun kembali tokonya yang terbakar kemarin

” Para pemilik toko, sudah minta izin ke pihak Pemkab untuk membangun tokonya yang terbakar secara mandiri” kata Jaenudin

Terkait Asuransi bagi korban kebakaran, pihak DKUPP memastikan para pemilik toko yang terbakar tidak mendapatkan asuransi karena Karen masa berlaku asuransi hanya 3 tahun

” Asuransi toko udah habis sejak 2006, jadi para pemilik toko yang rokoknya terbakar tak mendapatkan asuransi ganti rugi” ucapnya.

Wartawan : Ahya Nurdin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU