Selasa, Maret 9, 2021

Miris! Tak Ada Anggaran, Pemkab Subang Tak Sanggup Bangun Kembali Pasar Inpres Pamanukan Yang Terbakar

SERING DIBACA

HUT Ke 19! GMBI Subang Tetap Fokus Perjuangkan Rakyat & Tingkatkan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan

SUBANG - Menginjak usia ke-19, LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) terus mengoptimalkan perjuangannya dalam menyerukan hak-hak masyarakat yang...

PUTUS CINTA BERUJUNG MAUT! Inilah Keterangan Sang Mantan Pacar Pelaku Gantung Diri

SUBANG - Aksi nekat Gantung Diri yang dilakukan oleh Ilham Warga Kampung Kananga Desa Pangsor Kecamatan Pagaden membuat miris...

Keren! Mantan Wartawan Pimpin PKB Subang

SUBANG - Musyawarah Cabang(Muscab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Subang yang gelar di Hotel Nalendra,...

SUBANG – Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Mungkin pepatah yang sangat tepat untuk menggambarkan nasib pedagang di pasar inpres Pamanukan yang tokonya ludes terbakar.

Selain toko dan Dagangan Ludes terbakar, Pedagang harus membangun sendiri tokonya yang terbakar. Dikarenakan Pemkab Subang tak memiliki anggaran untuk membangun kembali pasar inpres Pamanukan yang terbakar pada Sabtu pagi (16/1/2021) lalu.

Dalam kebakaran di blok A tersebut, 98 toko milik 39 pedagang ludes terbakar, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp.4 Milyar. Hingga hari ini Rabu (20/1/2021) berdasarkan pantauan di lokasi, puing-puing sisa kebakaran masih terlihat dan belum dibersihkan.

Sementara itu terkait penyebab kebakaran, pihak DKUPP masih belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut apa, karena masih dalam proses penyelidikan Polres Subang

Kabid Pasar DKUPP Subang, Jaenudin mengungkapkan sejauh ini pemkab Subang belum ada rencana untuk membangun kembali pasar inpres Pamanukan yang terbakar akhir pekan lalu

” Pemkab Subang belum berencana membangun kembali pasar Inpres Pamanukan, karena tak ada anggaran dimasa Pandemi Covid-19 ini”ujar Jaenudin

Namun menurut Jaenudin, berdasarkan hasil musyawarah dengan para pedagang yang tokonya terbakar, mereka akan membangun kembali tokonya yang terbakar kemarin

” Para pemilik toko, sudah minta izin ke pihak Pemkab untuk membangun tokonya yang terbakar secara mandiri” kata Jaenudin

Terkait Asuransi bagi korban kebakaran, pihak DKUPP memastikan para pemilik toko yang terbakar tidak mendapatkan asuransi karena Karen masa berlaku asuransi hanya 3 tahun

” Asuransi toko udah habis sejak 2006, jadi para pemilik toko yang rokoknya terbakar tak mendapatkan asuransi ganti rugi” ucapnya.

Wartawan : Ahya Nurdin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU