Mulai Desember 2020, Pelabuhan Patimban Jadi Lalulintas Ekspor Impor

0
376
Akses road Pelabuhan Patimban sudah selesai dibangun, selanjutnya tol dan jalur kereta menuju pelabuhan Patimban akan segera dibangun/ foto: Ahya Nurdin

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan Pelabuhan Patimban menjadi pusat lalu-lintas ekspor dan impor otomotif, khususnya mobil, di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pelabuhan yang berlokasi di Jawa Barat ini akan mulai beroperasi pada Desember 2020.

“Desember bisa digunakan untuk peti kemas seluas 35 hektare atau 250 ribu TEUs per tahun. Lalju untuk kendaraan seluas 25 hektare dengan mobil 280 ribu CBU,” ujar Budi Karya dalam webinar pada Senin, 16 November 2020.

Bila Pelabuhan Patimban beroperasi, kegiatan ekspor-impor dari kawasan industri di Karawang tak perlu lagi dilakukan di Tanjung Priok. Dengan begitu, kegiatan pengiriman barang menjadi lebih efektif dan perekonomian di sekitar kawasan pelabuhan diproyeksikan menjadi lebih cepat tumbuh.

Pembangunan pelabuhan Patimban terbagi atas tiga fase. Pada fase kedua, pembangunan dimulai pada 2021. Dengan pembangunan lanjutan tersebut, kapasitas kontainer pelabuhan ditargetkan mencapai 3,75 juta TEUs pada 2023.

“Tahun 2021 kami akan membangun peti kemas dengan luas 66 hektare di Pelabuhan Patimban; kontainer 3,75 juta teus, dan terminal kendaraan dengan kapasitas 600 ribu CBU,” tutur Budi Karya.

Sementara pada fase berikutnya atau fase ketiga, Budi Karya menargetkan Pelabuhan Patimban bisa menampung kontainer hingga 7,5 juta-14 juta TEUs. Penyelesaian pembangunan Patimban akan kelar pada 2027.

Budi Karya memastikan pembangunan pelabuhan akan mempertimbangkan pelbagai aspek keamanan, seperti persiapan navigasi, Kode Keamanan Fasilitas Kapal dan Fasilitas Pelabuhan Internasional (ISPS), prosedur karantina, serta pembenahan akses. “Kami akan lakukan perbaikan untuk angkutan umum seperti yang berkaitan dengan halte,” katanya.

Untuk mendorong perekonomian masyarakat setempat, Budi Karya mengatakan Kementeriannya akan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memberikan pelatihan wirausaha bagi warga. Pemerintah pun diklaim bakal memberikan bantuan kapal dengan kapasitas yang lebih besar bagi nelayan.

Sumber: Tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here