Beranda Daerah Kasus Perceraian di Subang Terus Meningkat, Kemenag Intensifkan Bimbingan Perkawinan

Kasus Perceraian di Subang Terus Meningkat, Kemenag Intensifkan Bimbingan Perkawinan

250
0

 

SUBANG – Kasus perceraian di Kabupaten Subang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Faktor ekonomi dan orang ketiga serta Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tetap menjadi faktor utama perceraian di Subang yang terus meningkat.

Selama tahun 2019, hingga pertengahan September 2019 , Pengadilan Agama Subang mencatat ada 3.157 perkara gugatan cerai yang masuk. Umumnya gugatan cerai tersebut diajukan oleh pihak Istri

“Banyaknya kasus perceraian ini tidak hanya dipicu malasah ekonomi maupun pihak ketiga, juga disebabkan kasus KDRT” Ungkap Kepala Kemenag Subang H.Abdurohim, kepada Patimbannews Jumat siang(20/9/2019)

Karena itu, Abdurohim meminta, agar pihak KUA di tingkat kecamatan, membuka konseling keluarga, untuk menekan ketiga persoalan itu.

“Pengadilan agama terpaksa mengabulkan putusan cerai, lantaran mereka yang mengajukan persidangan enggan rujuk kembali, meski dalam kasus perceraian, proses mediasinya cukup panjang untuk mencegah perceraian terjadi”Katanya

Sejauh ini upaya menekan angka perceraian juga terus dilakukan pihak Kementerian agama, baik melalui bimbingan pranikah, maupun penyuluhan secara intensif ke masyarakat melalui majelis talim.

“Tidak hanya pasangan yang akan menikah, tapi juga untuk pasutri, agar apapun permasalah dalam rumah tangga bisa dihadapi dengan sabar dan tidak diakhiri di Pengadilan Agama ” imbuhnya.

Lebih lanjut Abdurohim menjelaskan bahwa bimbingan perkawinan pra nikah bagi calon pengantin atau sering juga disebut Kursus calon pengantin (Suscatin) merupakan salah satu program yang digiatkan pada jajaran Kantor Kementerian Agama Kab. Subang melalui KUA-KUA di 30 kecamatan.

Tujuan Bimbingan Perkawinan pra nikah bagi calon pengantin adalah merupakan ikhtiar pemerintah melihat tingginya tingkat perceraian yang terjadi.

“Dengan masih banyaknya angka perceraian, pemerintah berikhtiar untuk memberikan bimbingan bagi para calon pengantin yag akan segera melangsungkan pernikahan. Selain itu diharapkan Calon Pengantin (Catin) bisa membangun keluarga yang mempunyai pondasi yang kokoh, karena masih banyak pasangan Catin yang belum tahu cara mengelola keluarga dengan baik dan malah berakhir dengan perpisahan” Jelas Abdurohim

Pengetahuan tentang strategi yang digunakan untuk memecahkan masalah dalam rumah tangga sangat diperlukan bagi para calon pengantin untuk mengelola keluarga yang bahagia.

“Di setiap perjalanan perkawinan pasti tak akan lepas dari masalah dan rintangan. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan tentang strategi yang dapat digunakan untuk menjadikan masalah yang dihadapi sebagai pelajaran berharga dalam perjalanan perkawinan, dan bahkan mempererat hubungan suami istri di masa mendatang” tandasnya

Demi efektivitas penyuluhan, pihak KUA merangkul berbagai fihak seperti UPT Puskesmas dan MUI untuk menyampaikan materi ditinjau dari segi Kesehatan dan Hukum Islam.

“Banyaknya terjadi pernikahan usia muda atau di bawah 21 tahun dianggap menyumbang angka perceraian,” kata Abdurohim.

Dia berharap, dengan penyuluhan ini, masyarakat khususnya Pasutri dapat menyadari pentingnya menciptakan keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah warahmah dan jauh dari perceraian.

 

Ahya Nurdin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini