Peduli Pekerja Migran! LINDA MEGAWATI Gandeng BP2MI JABAR Sosialisasikan Pentingnya Pelindungan Bagi Pekerja Migran Indonesia

0
31
Foto : Linda Megawati bersama Kadisnakertrans Subang, Kepala BP2MI menjadi pemateri Sosialisasi Pindungam PMI

SUBANG – Angota Komisi IX DPR RI Linda Megawati, menggandeng Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Jawa Barat untuk menyosialisasikan pentingnya pelindungan bagi pekerja migran yang menyumbangkan devisa terbesar kedua bagi negara setelah sektor migas.

” Hari ini Kami dari Komisi IX DPR RI menggandeng BP2MI Jabar untuk sosialisasi Undangan-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Subang merupakan Kabupaten terbesar kedua setelah Indramayu dalam penempatan PMI, tentu dengan UU yang baru ini titik tekannya di pelindungan yang akan lebih kuat dan maksimal,” kata Linda Megawati

Menurut Linda, UU 18/2017 merupakan UU yang progresif, revolusioner, humanis sekaligus bermartabat dan mengedepankan pelindungan daripada penempatan, serta mengamanahkan pelindungan utuh dan menyeluruh, sebelum, selama, dan setelah bekerja.

Selain itu, UU ini juga memberikan pelindungan pada multidimensi, aspek ekonomi, hukum, dan sosial bagi PMI, serta keluarga masing-masing, termasuk PMI “sea based” dengan pembagian peran, tugas, dan tanggung jawab yang jelas antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah desa.

“Pelindungan kepada PMI menjadi tanggung jawab semua pihak dan butuh kerja bersama antara pusat dan daerah. Ini menjadi kunci untuk menghindarkan PMI dari eksploitasi sehingga butuh sinergi dan kolaborasi bersama berbagai pihak,” ujarnya

lanjut Linda semua ini membutuhkan sinergi dan koordinasi dengan Pemkab Subang agar kualifikasi dan kompetensi PMI dapat terpenuhi.

“BP2MI Jabar jelas butuh koordinasi dan sinergi dengan pemkab Subang dalam menyiapkan pendidikan dan pelatihan untuk memperkuat kapasitas bagi calon pekerja migran, termasuk memberi mereka keahlian sesuai sektor pekerjaan yang dipilih, memperkuat kemampuan berbahasa asing agar kualifikasi dan kompetensi pekerja kita terpenuhi,” kata Linda

Terkait dengan perlindungan PMI, khususnya antisipasi pemberangkatan secara ilegal, Linda Megawati meminta pemerintah desa bisa menertibkan dan melakukan verifikasi warganya yang akan berangkat bekerja ke luar negeri agar proses imigrasinya aman, serta tidak menjadi korban calo.

“Konsekuensi bagi PMI yang berangkat secara ilegal adalah menerima kekerasan fisik atau seksual, gaji tidak dibayar sesuai kontrak, pemutusan hubungan kerja secara sepihak, diperjualbelikan, bahkan saat pulang ke Indonesia tidak memiliki apa-apa,” ucapnya

Dalam kesempatan Sosialisasi tersebut, BP2MI Jabar menekankan kepada Calon PMI asal Subang agar menempuh jalur resmi jika ingin bekerja di luar negeri

” Tempuhlah jalur resmi dan jangan tertipu oleh iming-iming para Calo dan Sponsor Ilegal. Karena berangkat menjadi PMI lewat jalur tak resmi akan merugikan PMI itu sendiri” ujar Kepala BP2MI Jabar Kombes (Pol) Erwin Rachmat

Dikatakan Erwin, BP2MI juga telah membentuk satgas SIKAT SINDIKAT, yang akan bertugas membabat habis para Calo dan Sponsor serta PJTKI Ilegal

” Satgas SIKAT SINDIKAT akan dibentuk di seluruh Kabupaten termasuk di Subang, yang nantinya akan bekerjasama dengan Pihak Kepolisian untuk membasmi para Calo, Sponsor dan PJTKI Ilegal” katanya

Sementara itu Kadisnaker Subang, Yeni Nuraeni mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Komisi IX DPR RI melalui Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat yang menggandeng BP2MI Jabar untuk mensosialisasikan UU 18/2017 tentang Pelindungan Buruh Migran Indonesia khususnya PMI asal Subang

” Semoga dengan sosialisasi ini, memberikan pemahaman kepada calon BMI asal Subang, agar tak menempuh jalur Ilegal untuk berangkat bekerja ke Luar Negeri ” ujarnya

Subang sendiri menurut Yeni, merupakan kantong PMI di Jawa barat, bahkan tak sedikit juga warga Subang menjadi BMI Ilegal di luar negeri

” Kita tak punya data pasti soal PMI Ilegal, tapi yang jelas tiap bulan lebih dari 10 aduan dari BMI Ilegal datang ke DisnKertrans Subang” ucapnya

” Para PMI Ilegal asal Subang umumnya mengeluh minta di pulangkan, karena disana mereka terlantar, tak bekerja dan bekerja juga tak dibayar, serta mendapatkan perlakuan tak manusiawi” pungkasnya

AHYA NURDIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here