Penyaluran Pupuk Bersubsidi Carut Marut, Dinas Pertanian Subang Tutup Mata

0
85

 

SUBANG – Carut marut penyaluran pupuk bersubsidi yang tak merata, bahkan banyak petani yang tak mendapatkan Kartu Tani dan tak kebagian pupuk bersubsidi, membuat geram para petani di Kecamatan Pusakanagara

Arim Suhaerim Ketua Koperasi Tani Berkah Jaya menilai kinerja Dinas Pertanian Subang tak maksimal dan banyak merugikan para petani

“Misalnya terkait data petani penerima pupuk bersubsidi dan penerima kartu Tani apakah sudah benar pendataannya atau pakai data lama?” ujar Arim Suhaerim, kepada Patimbannews, Selasa siang(26/1/2021)

Dikatakan Arim, kalau menggunakan data baru yang valid, otomatis semua petani khususnya di Kecamatan Pusakanagara akan dapat kartu Tani dan Pupuk Bersubsidi

” Namun fakta dilapangan banyak petani Pusakanagara yang tak mendapatkan pupuk bersubsidi dan tak terdaftar sebagai penerima Kartu Tani” Katanya

Arim mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Subang untuk memperbarui data petani khususnya di Kecamatan Pusakanagara, karena masih banyak petani yang tak terdaftar untuk mendapatkan Kartu Tani sebagai syarat mendapatkan Pupuk Bersubsidi

” Tolong agar data dari Penyuluh Pertanian( PPL) dan Kios-kios Pupuk Penyalur Pupuk Bersubsidi (Urea ,Poska dll) Agar Diaudit atau diperbaiki dan dikroscek kembali data yang di kirim ke PT.Pupuk Kujang, karena masih banyak petani di Pusakanagara yang tak terdaftar “tegas Arim

Arim mengaku khawatir banyak data bodong dan titipan orang-orang tertentu untuk keuntungan pribadi dan kelompoknya

” Jangan sampai data petani dimanipulasi untuk kepentingan orang-orang tertentu yang memiliki lahan luas atau permainan distributor pupuk untuk keuntungan pribadi” ucapnya

Tak hanya itu, Arim juga mengkritisi bantuan Alsintan atau alat-alat pertanian yang tidak tepat sasaran oleh Dinas Pertanian Subang

” Yang menerima dan memanfaatkan bantuan tersebut, selama ini hanya pihak-pihak tertentu yang punya Akses dan mengatasnamakan kepentingan Petani, padahal petani dilapangan tak pernah merasakan bantuan tersebut” ungkap Arim

Kepada Perum Bulog, Arim juga mempertanyakan kenapa hasil panen petani di Subang cenderung tidak diserap, sehingga harga gabah jatuh karena banyaknya sepekulan gabah yang bermain

” Ironis banget…padahal Pak Jokowi bilang biar petani sejahtera gabah hasil panen petani akan dibeli dengan harga yang terbaik melalui Perum Bulog sesuai amanah undang-undang, tapi fakta dilapangan nihil” ujar Arim

Arim berharap, pihak terkait bisa segera turun langsung kelapangan agar bisa melihat langsung, karena masih banyak para petani pemilik sawah yang tak mendapatkan kartu Tani, sehingga mereka tak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi, begitu juga dengan bantuan-bantuan pemerintah khususnya Alsintan juga tak dirasakan merata oleh petani hanya sebagian petani tertentu saja***

Wartawan : Ahya Nurdin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here