Penyuluh Antikorupsi Sarankan Agar Subang Segera Wujudkan Sekolah dan Kampus Berintegritas

0
82

 

SUBANG – Pendidikan antikorupsi merupakan salah satu strategi pencegahan yang belakangan ini terus digalakkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Langkah yang sangat strategis untuk menciptakan karakter bangsa yang berintegritas, bangsa yang tidak lagi punya keinginan untuk melakukan korupsi. Dan pendidikan merupakan satu-satunya pusat gerakan ke arah itu. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Nomor 33 Tahun 2019 Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi Di Perguruan Tinggi dan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomer 5783 Tahun 2019 Tentang Pedoman Implementasi Pendidikan Antikorupsi Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Tahun 2019

Hal ini disampaikan oleh Rudi Setiadi, salah seorang Fasilitator Penyuluh Antikorupsi KPK-RI kepada patimbannews.com, Senin (18/10/2021), saat ditemui di Parisday Hotel Pamanukan.

Menurut Rudi, Perilaku korup karena terjadinya dekadensi nilai nilai integritas yang semakin hari semakin melemah. Integritas adalah bertindak dengan cara yang konsisten dengan apa yang dikatakan.

“Nilai integritas merupakan kesatuan antara pola pikir, perasaan, ucapan, dan perilaku yang selaras dengan hati nurani dan norma yang berlaku. Integritas merupakan salah satu nilai-nilai dasar pribadi yang harus dimiliki masyarakat yakni dengan bersikap, berperilaku dan bertindak jujur terhadap diri sendiri dan lingkungan” Kata Rudi

“Apabila nilai nilai integritas seperti Jujur, bertanggungjawab, disipilin, mandiri, kerja keras, sederhana, adil, berani dan peduli dapat menjadi prinsip hidup seseorang maka prilaku koruptif itu tidak akan pernah ada”imbuhnya

Sambil ditemani secangkir kopi hitam, Rudi Setiadi memaparkan 9 nilai-nilai integritas kepada patimbannews.com

– Jujur berarti lurus hati, tidak berbohong dan tidak melakukan kecurangan
– Bertanggung jawab berarti mengakui secara terbuka pada orang lain bahwa telah melakukan kesalahan, yang tidak sesuai dengan nilai-nilai integritas
– Disiplin berarti patuh pada aturan
– Mandiri berarti tidak tergantung pada orang lain, mencari dan menemukan solusi dari masalah yang dihadapi
– Kerja keras adalah tidak berhenti sebelum target pekerjaan tercapai
– Sederhana berarti tidak berlebih-lebihan, menggunakan sesuatu secukupnya
– Adil berarti tidak berat sebelah dan tidak memihak pada siapapun dan berpegang teguh pada kebenaran
– Berani berarti hati yang mantap, rasa percaya diri yang besar dan tidak takut menghadapi bahaya atau kesulitan.
– Peduli adalah sikap dan tindakan memperhatikan orang lain, masyarakat yang membutuhkan dilingkungan sekitar kita

“Bila nilai-nilai Integritas tersebut menjadi kesadaran segenap elemen bangsa khususnya bagi pelajar dan mahasiswa, Insyaallah negara ini akan menjadi negara yang bebas korupsi”ucapnya

Lebih lanjut  pria yang juga menjabat sebagai Ketua Progam Studi Perbankan Syariah di STEI Al Amar Subang dan Public Relation di Parisday Hotel Pamanukan ini. Menyarankan, pemerintah daerah segera memaksimalkan peran pendidikan untuk mewujudkan generasi berintegritas dimasa yang akan datang. Konkritnya menurut Rudi Setiadi, Kabupaten Subang untuk memikirkan sebuah konsep Sekolah dan Kampus berintegritas dengan menambahkan kurikulum Pendidikan Antikorupsi yang akan menjadi pusat gerakan pendidikan antikorupsi di Kabupaten Subang

“Jika pemerintah daerah memiliki gagasan untuk mewujudkan sekolah dan kampus berintegritas, hal ini akan menjadi bukti dukungan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dalam mendukung gerakan pencegahan korupsi oleh KPK secara nasional”. Pungkas Rudi Setiadi.

AHYA NURDIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here