Rabu, Mei 5, 2021

Polda Jabar Siapkan 120 Titik Penyekatan Larangan Mudik Lebaran 2021

SERING DIBACA

Kapolsek Pamanukan Kumpulkan Sopir Pengangkut Tanah Proyek Pelabuhan Patimban ” Kapolsek Berikan Himbauan & Teguran Tegas Kepada Para Sopir Agar Tak Lintasi Kawasan Pusat...

  SUBANG - Untuk menciptakan ketertiban berlalu lintas dikalangan sopir dump truck pengangkut muatan tanah galian yang melintas di jalan...

Wujudkan WBK dan WBBM, Polres Subang Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik Yang Lebih Baik dan Profesional

SUBANG - Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, Jajaran Polres Subang menggelar Apel Pencanangan Zona Integritas, Demi mewujudkan Wilayah Lingkungan...

Yayasan Raudhatul Uluum Kasomalang Gelar Bukber & Santunan Anak Yatim

SUBANG - Yayasan raudhatul Uluum subang mengadakan bukber dan santunan kepada 100 anak yatim. Selain itu juga pemberian THR...

 

BANDUNG – Setidaknya ada 120 titik penyekatan di Jawa Barat untuk aglomerasi menghindari lonjakan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah.

Namun, hingga kini pihak kepolisian masih melakukan persiapan untuk mencegah mudik nonaglomerasi ini agar tidak menjadi penyebab klaster baru penyebaran virus corona Covid-19.

Kepolisian Daerah Jawa Barat hingga kini masih melakukan persiapan terkait letak dari titik-titik tersebut.

Akan tetapi, Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri menyatakan ada 11 titik yang berbatasan langsung‎ wilayah Polda Metro Jaya dan Polda Jateng.

Untuk penyekatan, Dofiri mengatakan dilakukan di titik perbatasan, termasuk di perbatasan Bandung Raya.

Selain itu, contohnya perbatasan Kabupaten Karawang dan yang khusus adalah Bekasi karena masuk wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Di lokasi perbatasan tersebut itu lebih ketat karena titik utama penyekatan itu di perbatasan. Sementara yang di dalam aglomerasi, contoh di Bandung raya itu nanti ada cb-cb sendiri, termasuk di daerah wisata. seperti di wilayah puncak. Ada rapid tes antigen, itu contohnya,” ucap dia.

Menurut dia, terkait penyekatan tersebut sudah disosialisasikan pada pihak-pihak terkait maupun masyarakat.‎

“Namun, apabila ada yang tetap memaksakan mudik, di penyekatan itu, ya mereka dikembalikan,” kata dia.

Adapun waktu operasi tersebut telah dilakukan sejak 12 April kemarin.

Kita operasi keselamatan dari tanggal 12-25 April. Salah satu targetnya meningkatkan keselamatan, kemudian protokol kesehatan, dan sosialisasi tentang larangan mudik,” ujar dia.

Namun kalau seandainya ada yang lolos, lanjut Dofiri, pihaknya berharap masyarakat punya kesadaran sendiri.

“Kami berharap, masyaarkat timbul kesadaran pribadi untuk tidak melaksanakan mudik,” kata dia.

Sumber : Pikiran Rakyat.com / foto : Ist

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU