Minggu, Februari 28, 2021

Sodomi 5 Bocah, Oknum PNS di Purwakarta di Ciduk Polisi

SERING DIBACA

4 Siswa Mengikuti Seleksi PPDB SMA Pradita Dirgantara di Panda Lanud Suryadarma

SUBANG - Sebanyak 4 orang siswa mengikuti tes seleksi daerah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Pradita Dirgantara Tahun...

Pamanukan, Legonkulon Dan Cikaum Punya Kapolsek Baru

SUBANG - Kapolres Subang AKBP Aries Kurniwan SH, memimpin upacara serah terima jabatan Kasat Res Narkoba, Kapolsek Pamanukan, Kapolsek...

Waduh! Pemkab Subang Punya Utang Rp. 4 Milyar Ke RM.Purnama, Bekas Makan Pejabat

  SUBANG - Pemerintah Kabupaten Subang , akan melakukan Kajian dan mencari Regulasi untuk menyelesaikan Piutang Sebesar Rp. 4 Milyar...

KARAWANG – Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Purwakarta ditangkap setelah diduga menyodomi lima bocah.

SPD (44), kepada polisi, mengaku mencabuli dua dari lima korbannya di toilet Pasar Cikampek.

Menurut polisi, pelaku mengincar kedua korban lewat Facebook. Setelah itu, SPD menawari mereka bermain time zone dan diajak makan.

Untuk membujuk korban, pelaku juga mengajak jalan-jalan sekitar taman dan masjid.

“Tersangka kemudian mengajak korban ke Mal Cikampek untuk bermain Timezone dan makan,” kata Wakapolres Karawang Kompol Faisal Pasaribu dalam press release di Mapolres Karawang, Kamis (16/7/2020).

Faisal menambahkan, berdasar pengakuan pelaku, kedua korban tersebut dicabuli di toilet umum Pasar Cikampek, Karawang.

Awal mula kasus tersebut terungkap setelah orangtua salah satu korban melapor ke polisi.

Saat itu, korban mengeluhkan sakit dan orangtuanya segera curiga.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku telah melakukan perbuatan cabulnya sejak 2017 lalu kepada lima bocah asal Cikampek, Karawang, yaitu Korbannya DV (16), IG (16), SF (16), BS (13), dan AN (17).

Saat ini pelaku telah mendekam di penjara. Polisi menjeratnya dengan Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

Sumber : Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU