Senin, Mei 10, 2021

Sodomi 5 Bocah, Oknum PNS di Purwakarta di Ciduk Polisi

SERING DIBACA

Tak Pandang Bulu Pengendara Moge Diputar Balik Di Pospam Tangkuban Perahu

Subang - Pos penyekatan Tangkuban Parahu  semakin memperketat penjagaan di perbatasan antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat . Satu...

Jas Merah Bang Ara Disambut Gembira di Dapil SMS

SUBANG- Jelang Hari Raya Idul Fitri, Anggota DPR RI 3 Periode di Dapil SMS (Subang, Majalengka, Sumedang) Maruarar Sirait...

Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Tergeletak Dikolong Flyover Pamanukan

SUBANG - Sesosok mayat erempuan tanpa identitas ditemukan di kolong Flyover Pamanukan. Mayat perempuan tersebut ditemukan tergeletak tak bernyawa...

KARAWANG – Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Purwakarta ditangkap setelah diduga menyodomi lima bocah.

SPD (44), kepada polisi, mengaku mencabuli dua dari lima korbannya di toilet Pasar Cikampek.

Menurut polisi, pelaku mengincar kedua korban lewat Facebook. Setelah itu, SPD menawari mereka bermain time zone dan diajak makan.

Untuk membujuk korban, pelaku juga mengajak jalan-jalan sekitar taman dan masjid.

“Tersangka kemudian mengajak korban ke Mal Cikampek untuk bermain Timezone dan makan,” kata Wakapolres Karawang Kompol Faisal Pasaribu dalam press release di Mapolres Karawang, Kamis (16/7/2020).

Faisal menambahkan, berdasar pengakuan pelaku, kedua korban tersebut dicabuli di toilet umum Pasar Cikampek, Karawang.

Awal mula kasus tersebut terungkap setelah orangtua salah satu korban melapor ke polisi.

Saat itu, korban mengeluhkan sakit dan orangtuanya segera curiga.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku telah melakukan perbuatan cabulnya sejak 2017 lalu kepada lima bocah asal Cikampek, Karawang, yaitu Korbannya DV (16), IG (16), SF (16), BS (13), dan AN (17).

Saat ini pelaku telah mendekam di penjara. Polisi menjeratnya dengan Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

Sumber : Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU