Minggu, Agustus 1, 2021

Sodomi 5 Bocah, Oknum PNS di Purwakarta di Ciduk Polisi

SERING DIBACA

Lanud Suryadarma Siapkan Ruang Isolasi Warga Terdampak COVID-19

SUBANG - Lonjakan kasus penyakit akibat Covid-19 yang terus melanda menyebabkan ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit daerah maupun...

Keren! Kodim 0605/Subang Vaksin 1.200 Siswa SMKN 1 Pusakanagara

SUBANG - Kodim 0605 Subang laksanakan serbuan vaksinasi Covid-19, kali ini serbuan vaksinasi massal Kodim 0605 Subang menyasar anak...

Resmikan Mushola & Patung Lodaya, Kapolres Subang Apresiasi Pembangunan Yang Dilakukan Kapolsek Legonkulon Iptu Asep Musa Dinata

SUBANG - Kapolres Subang AKBP Aries Kurniawan mengapresiasi kepemimpinan Kapolsek Legonkulon Iptu Asep Musa Dinata. Atas prestasi pembangunan dilingkungan...

KARAWANG – Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Purwakarta ditangkap setelah diduga menyodomi lima bocah.

SPD (44), kepada polisi, mengaku mencabuli dua dari lima korbannya di toilet Pasar Cikampek.

Menurut polisi, pelaku mengincar kedua korban lewat Facebook. Setelah itu, SPD menawari mereka bermain time zone dan diajak makan.

Untuk membujuk korban, pelaku juga mengajak jalan-jalan sekitar taman dan masjid.

“Tersangka kemudian mengajak korban ke Mal Cikampek untuk bermain Timezone dan makan,” kata Wakapolres Karawang Kompol Faisal Pasaribu dalam press release di Mapolres Karawang, Kamis (16/7/2020).

Faisal menambahkan, berdasar pengakuan pelaku, kedua korban tersebut dicabuli di toilet umum Pasar Cikampek, Karawang.

Awal mula kasus tersebut terungkap setelah orangtua salah satu korban melapor ke polisi.

Saat itu, korban mengeluhkan sakit dan orangtuanya segera curiga.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku telah melakukan perbuatan cabulnya sejak 2017 lalu kepada lima bocah asal Cikampek, Karawang, yaitu Korbannya DV (16), IG (16), SF (16), BS (13), dan AN (17).

Saat ini pelaku telah mendekam di penjara. Polisi menjeratnya dengan Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

Sumber : Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU