Sumur Pengeboran JAS-STO Pertamina EP di Desa Kalentambo Pusakanagara di Demo Puluhan Warga Dan Ancam Tutup Paksa Kegiatan Pengeboran

0
300
Tuntut Konpensasi, Puluhan Kalentambo Pusakanagara Gelar Aksi Demonstrasi di Sumur JAS-STO PT. Pertamina EP Dan Ancam Tutup Paksa Kegiatan Pengeboran

SUBANG – Puluhan warga Dusun Cemara Desa Kalentambo Kecamatan Pusakanagara melakukan aksi unjukrasa di lokasi Sumur Pengeboran JAS-STO Pertamina EP Kalentambo. Jumat(27/8/2021)

Dalam aksi unjukrasa tersebut, para pengunjukrasa menuntut dana sosial atau konpensasi kepada Pertamina. Adapun tuntun para pengunjukrasa diantaranya, minta kompensasi atas polusi suara yang sangat mengganggu warga, perbaikan jalan, dan minta warga Dusun Cemara di pekerjakan di Sumur Pengeboran JAS-STO Pertamina Kalentambo yang baru sebulan tersebut

Tokoh Masyarakat Kalentambo, Arim Suhaerim mengatakan keberadaan Sumur Pengeboran Minyak dan Gas Pertamina EP di Dusun Cemara Desa Kalentambo Kecamatan Pusakanagara, tidak memberikan manfaat ke warga setempat.

” Keberadaan Sumur Pengeboran baik yang baru JAS-STO maupun yang lama   JST-A2 Pertamina yang berlokasi di  Desa Kalentambo tak memberikan kontribusi apa-apa kepada warga setempat dan hanya dinikmati oleh segelintir orang” ujarnya

Seharusnya Kata Arim, Keberadaan Pertamina bisa membawa dampak baik bagi lingkungan disekitar Sumur Pengeboran tersebut, minimalnya bisa mengurangi pengangguran

” Amdalnya saja tidak Jelas, pekerja semuanya orang luar, warga setempat tak ada yang dipekerjakan, kompensasi akibat polusi suara pengeboran dan lalu lalang kendaraan Pertamina juga tidak ada” kata Arim

Arim juga meminta Pihak Kepolisian untuk menghilangkan Premanisme di Wilayah Kecamatan Pusakanagara khususnya di Kalentambo sehingga tidak terjadi lagi Intimidasi , Perundungan dll antar sesama warga dalam mencari keadilan yang mengganggu ketertiban umum serta melanggar Undang – undang

“Selain itu, banyak warga di Dusun Cemara juga yang di Intimidasi oleh pihak-pihak tertentu yang melindungi keberadaan Sumur Pengeboran JAS-STO Pertamina EP, hingga akhirnya warga melakukan aksi unjukrasa”tuturnya

Sejauh ini kata Arim, pihak Pertamina belum merespon tuntutan warga dan berjanji akan bertemu warga pada awal pekan depan

“Belum ada jawaban apapun dari pihak Pertamina terkait tuntutan warga. Namun pihak Pertamina janji akan melakukan audiensi dengan warga terkait tuntutan yang diinginkan”ucapnya

Arim juga menegaskan jika tuntutan warga tidak dipenuhi oleh pihak Pertamina, warga Dusun Cemara akan menutup paksa operasi pengeboran minyak dan gas di Sumur tersebut

” Kita akan tutup paksa kegiatan operasi Sumur Pengeboran Pertamina tersebut, jika pihak Pertamina tak merespon tuntutan warga yang merasa terganggu dengan kegiatan pengeboran minyak dan gas tersebut serta tak ada kontribusi apa-apa untuk warga setempat” ungkapnya

Menurut Arim, Sumur Pertamina yang ada di Desa Kalentambo baik yang lama maupun baru tak pernah memberikan kontribusi atau melibatkan masyarakat setempat untuk setidaknya dipekerjakan sebagai buruh kasar di Sumur tersebut.

“Seperti sumur yang lama JST-A2 mulai di bor pada 24 Desember 2019 dengan total kedalaman 3,255 meter dan berhasil diselesaikan pada 5 Maret 2020 pukul 06:00 WIB dengan total jam kerja mencapai 110,628 jam. Keberadaan Sumur JST-A2 yang berlokasi di Desa Kalentambo, Pertamina EP Asset 3 Subang Field berhasil meningkatkan produksi minyak sebesar 503 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 3,21 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Namun Keberhasilan pengeboran Minyak dan Gas di Sumur Pengeboran tersebut tak memberikan kontribusi apa-apa untuk warga, CSR nya juga kemana?” Pungkasnya (Ahy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here