Sabtu, Juli 24, 2021

Tak Dapat Kartu Tani & Sulitnya Dapatkan Pupuk Bersubsidi, Petani Pantura Mengeluh!

SERING DIBACA

Pemkab Subang Dan PT.Bima Eka Jaya Gelar MoU Pembangunan Mall Pelayanan Publik

SUBANG - Dalam upaya mendukung dan memaksimalkan Pelayanan Publik. Pemkab Subang bekerjasama dengan pihak swasta akan segera membangun Mall...

Kodim 0605/Subang Lakukan Vaksinasi Covid Kepada Karyawan PT.Pertamina EP Subang Field

Subang – Sebagai langkah upaya nyata dalam penanggulangan Covid-19, PT Pertamina EP Zona 7 yang tergabung dalam Regional Jawa...

Wujud Perhatian Pimpinan, Kapolsek Legonkulon Rayakan Ultah Anggotanya

SUBANG - Kerukunan antar personil di Polsek Legonkulon tidak hanya saat bertugas rutin saja, namun juga dalam hal yang...

 

SUBANG- Sulitnya mendapatkan pupuk Subsidi membuat para petani di wilayah Pantura mengeluh. Selain itu, syarat pengambilan pupuk dengan berlakunya kartu tani juga dikeluhkan petani yang hingga kini masih belum masuk dalam sistem rendana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

“Miris sekali! Masih banyak petani yang memiliki sawah belum memiliki kartu tani, belum masuk RDKK, sehingga untuk mendapatkan pupuk juga sulit,” kata Arim Suhaerim, Salah seorang petani asal Pusakanagara

Bahkan, Kata Arim , Harga pupuk dilapangan harganya sudah mulai tak wajar dan berkisar antara Rp 300-400 ribu dan bahkan ada yang mencapai Rp 600 ribu.

“Harga segitupun Itupun sulit didapatkan, mending kalau tersedia, ini sudah mahal, barang juga tidak ada,” kata Arim

Ironisnya, Kata Arim, harga pupuk yang cenderung tinggi itu tidak ada korelasi yang positif dengan harga gabah petani di pasaran yang seringkali jatuh.

” Saya selaku petani sangat prihatin dengan carut marutnya pendistribusian pupuk kepada petani dan harga urea yang cendereung naik dan tidak terkontrol” katanya

Sementara itu Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP H. Sutrisno menyampaikan, kunjungan ke lapangan untuk melihat situasi dilapangan secara real terkait adanya informasi soal kelangkaan pupuk dan kartu tani serta input sistem kartu tani dalam RDKK sebagai rujukan alokasi pupuk.

“Kami mengundang para warga, petani, kelompok tani, penyuluh terkait soal masalah kelangkaan pupuk ini,” kata H. Sutrisno

Dikatakan Sutrisno, dalam pertemuannya dengan para petani, para petani banyak mengeluh kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi seta harga pupuk yang melambung. Selain ada juga permasalahan terkait input data kartu tani dan petani yang masih belum memiliki kartu tani dan tercatat dalam sistem RDKK.

“Persoalan ini tentu harus segera diselesaikan. Bidang pertanian menjadi komoditas dan sektor penting, apalagi terkait pupuk juga ketersediaan nya harus dijamin pemerintah,” ungkapnya.

Sutrisno berjanji, hasil kunjungan kerja dan pertemuan dengan petani terkait kesulitan para petani mendapatkan pupuk Subsidi tersebut nantinya akan dibawa dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementrian Pertanian.

“Informasi ini akan dibawa ke RDP termasuk kami ingin sampaikan agar persoalan ini segera ditindaklanjuti,” jelas H. Sutrisno

Wartawan : AHYA NURDIN

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU