Senin, April 19, 2021

TB Hasanuddin Desak Kasus Pembangunan Gedung Budaya Subang Segera Dituntaskan

SERING DIBACA

Serikat Nelayan NU Kerjasama Loka PSPL Serang Kembangkan Potensi Mangrove dan Garam di Jawa Barat

  DEPOK - Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Jawa Barat Bekerjasama dengan Loka PSPL Serang Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dalam...

Polsek Subang Himbau Warga Tidak Berkerumun Pada Pendataan Banpres Di Bank BNI Subang.

Subang - Pendataan  Banpres di Bank BNI Subang Timbulkan kerumanan yang tidak terhindarkan Hal ini tentu menjadi sorotan publik dimana...

Ramadhan Berkah! IJTI Korda Purwasuka Gandeng Karang Taruna Bagi-bagi Takjil Kepada Pengguna Jalan

  Purwakarta, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Purwasuka menggandeng Karang Taruna Unit Dusun 2 Desa Cibeber Kecamatan Kiarapedes Kabupaten...

 

JAKARTA,- Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin mempertanyakan kelanjutan penyelidikan pembangunan Gedung Ranggawulung atau Gedung Kebudayaan Subang.

Menurutnya, kasus proyek pembangunan gedung kebudayaan yang kini mangkrak itu sudah ditangani penegak hukum.

“Saya sebagai masyarakat mempertanyakan ini kasusnya sudah sampai dimana, apakah sudah naik ke penyidikan atau bagaimana. Kok tidak ada lagi perkembangannya,” kata anggota DPR RI dari daerah pemilihan Subang – Majalengka – Sumedang ini, Jumat (19/3).

Hasanuddin menyebut, tak hanya dirinya yang mempertanyakan kasus hukum pembangunan gedung kesenian yang menelan anggaran mencapai Rp. 6,4 miliar tersebut.

Para tokoh budaya dan seniman Jawa Barat, kata dia, juga mengaku kecewa dan mempertanyakan kelanjutan pembangunan gedung budaya itu dan sejauhmana penyelidikannya.

“Ternyata setelah saya telusuri, dalam kasus penyelidikan Gedung Kebudayaan Subang ini banyak yang ‘masuk’. Pertama polisi masuk , kemudian Kejari bahkan BPKP juga ikut nimbrung. Kesannya jadi rebutan, tapi kasusnya tak kunjung selesai malah ada kecenderungan ditutupi bukan dituntaskan,” tandasnya.

Alokasi anggaran pembangunan Gedung Kebudayaan Subang yang jadi sorotan masyarakat tersebut mencapai Rp 33 miliar.

Anggaran yang telah digunakan mencapai Rp. 6,4 miliar, namun bangunan yang dibuat memiliki bentuk yang tak biasa bahkan disebut mirip kandang burung.

Selain itu, bangunan yang terletak diatas lahan seluas 4 hektar tersebut diketahui kini dalam kondisi yang tak terurus sejak dimulai proses pembangunannya di tahun 2019 lalu.

“Saat ini bangunan yang terbuat dari bambu tersebut terhenti pembangunannya, dengan beberapa bagian sudutnya dipenuhi sampah akibat tak terurus” pungkas TB Hasanuddin

Ahya Nurdin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU