Minggu, Maret 7, 2021

Tragis! Nenek Tunawisma Tewas Jadi Korban Tabrak Lari di Jalur Pantura Pamanukan

SERING DIBACA

DITOLAK Minta Balikan, Pria Asal Pagaden Nekad Gantung Diri Dikamar Kost Sang Mantan

SUBANG - Seorang Pria bernama Ilham Asal Pagaden ditemukan tewas gantung diri disebuah tempat kost-an dikawasan Gang Bagja Kampung...

Plt. Dinkes Jabar Tinjau Ponpes As-Syifa Al-Khoeriyah Subang Yang Terpapar Covid-19

SUBANG - Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika didampingi anggota komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat...

INFO ORANG HILANG! Mak Atem Warga Ciater Dikabarkan Hilang Sudah Seminggu

CIATER - Hampir Seminggu, Emak Atem (79) warga RT. 001/001 Desa Ciater Kecamatan Ciater Subang meninggalkan rumahnya. Salah satu Kerabat...

SUBANG- Seorang  nenek tunawisma ditemukan tewas mengenaskan tergeletak dipinggir jalan jalur Pantura Pamanukan arah Jakarta – Cirebon, Tepatnya di Depan Kantor distributor Sosro Pamanukan.Rabu sore (8/7/2020) sekitar pukul 16.20 Wib

“Kami sudah periksa sejumlah saksi kalau korban meninggal diduga akibat tabrak lari. Tapi minimnya bukti dan saksi polisi kesulitan mengetahui jenis mobil dan nomor polisi kendaraan” kata Kanit Lantas Polsek Pamanukan Ipda Wawan Caswan

Berdasarkan posisi jatuhnya korban, kata Wawan, pihaknya menilai bahwa korban terserempet oleh kendaraan dari posisi searah yakni arah Jakarta Cirebon.

“Kebanyakan warga sering melihat korban tersebut biasa berjalan dimedian jalan  dan tak pernah mau kepinggir”ucapnya

Terkait insiden tabrak lari, ia mengaku pihaknya masih menyelidiki kasus ini dengan mengumpulkan saksi dan barang bukti.

“Kasus ini minim bukti dan saksi karena terjadi saat jalan masih sepi. Korban mengalami luka luka dikepala diduga terbentur ke aspal” ungkapnya

Pihak Polantas Polsek Pamanukan langsung mengevakuasi korban ke Kamar Mayat Puskesmas Pamanukan.

Berdasarkan keterangan warga yang melihat ke TKP, korban yang merupakan tunawisma tersebut diperkirakan berumur diatas 70 tahun dan sering berjalan dibadan jalan sambil membawa tongkat dan bungkusan plastik dan korban sehari-harinya selalu menggunakan kain samping tanpa menggunakan pakaian.

Adapun ciri – ciri korban tunawisma tersebut diantaranya menggunakan kain samping coklat batik, kulit coklat, badan kurus keriput tak pakai baju dan rambut beruban.

 

Ahya Nurdin

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU