Rabu, Mei 12, 2021

Tragis! Nenek Tunawisma Tewas Jadi Korban Tabrak Lari di Jalur Pantura Pamanukan

SERING DIBACA

Tak Kecolongan Pengendara Pembawa Miras Berhasil Diamankan Di Pospam Tangkuban Perahu

Subang - Pospam penyekatan Tangkuban Perahu berhasil mengamankan pengendara sepeda motor yang membawa Miras. Modusnya seperti masyarakat  yang hendak bepergian...

Pemkab Subang Larang Warga Shalat Idul Fitri di Lapangan Terbuka & Dilarang Bersalaman

  SUBANG - Pemkab Subang Melarang Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di lapangan terbuka dan hanya memperbolehkan di Masjid dan Mushola....

Kapolres Subang Bersama Dandim 0605 Subang Cek Langsung Pos Penyekatan Tangkuban Perahu dan Serang Panjang

SUBANG- Kapolres Subang AKBP Aries Kurniawan Widiyanto S.H di dan Dandim 0605 Subang melakukan kunjungan ke Pos penyekatan Tangkuban...

SUBANG- Seorang  nenek tunawisma ditemukan tewas mengenaskan tergeletak dipinggir jalan jalur Pantura Pamanukan arah Jakarta – Cirebon, Tepatnya di Depan Kantor distributor Sosro Pamanukan.Rabu sore (8/7/2020) sekitar pukul 16.20 Wib

“Kami sudah periksa sejumlah saksi kalau korban meninggal diduga akibat tabrak lari. Tapi minimnya bukti dan saksi polisi kesulitan mengetahui jenis mobil dan nomor polisi kendaraan” kata Kanit Lantas Polsek Pamanukan Ipda Wawan Caswan

Berdasarkan posisi jatuhnya korban, kata Wawan, pihaknya menilai bahwa korban terserempet oleh kendaraan dari posisi searah yakni arah Jakarta Cirebon.

“Kebanyakan warga sering melihat korban tersebut biasa berjalan dimedian jalan  dan tak pernah mau kepinggir”ucapnya

Terkait insiden tabrak lari, ia mengaku pihaknya masih menyelidiki kasus ini dengan mengumpulkan saksi dan barang bukti.

“Kasus ini minim bukti dan saksi karena terjadi saat jalan masih sepi. Korban mengalami luka luka dikepala diduga terbentur ke aspal” ungkapnya

Pihak Polantas Polsek Pamanukan langsung mengevakuasi korban ke Kamar Mayat Puskesmas Pamanukan.

Berdasarkan keterangan warga yang melihat ke TKP, korban yang merupakan tunawisma tersebut diperkirakan berumur diatas 70 tahun dan sering berjalan dibadan jalan sambil membawa tongkat dan bungkusan plastik dan korban sehari-harinya selalu menggunakan kain samping tanpa menggunakan pakaian.

Adapun ciri – ciri korban tunawisma tersebut diantaranya menggunakan kain samping coklat batik, kulit coklat, badan kurus keriput tak pakai baju dan rambut beruban.

 

Ahya Nurdin

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU