Minggu, Maret 7, 2021

Tuntut Konpensasi, Nelayan Patimban Ontrog Kantor Bupati & Segel Gedung DPRD Subang

SERING DIBACA

DITOLAK Minta Balikan, Pria Asal Pagaden Nekad Gantung Diri Dikamar Kost Sang Mantan

SUBANG - Seorang Pria bernama Ilham Asal Kampung Kenanga Desa Pangsor Pagaden Barat ditemukan tewas gantung diri disebuah tempat...

Plt. Dinkes Jabar Tinjau Ponpes As-Syifa Al-Khoeriyah Subang Yang Terpapar Covid-19

SUBANG - Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika didampingi anggota komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat...

INFO ORANG HILANG! Mak Atem Warga Ciater Dikabarkan Hilang Sudah Seminggu

CIATER - Hampir Seminggu, Emak Atem (79) warga RT. 001/001 Desa Ciater Kecamatan Ciater Subang meninggalkan rumahnya. Salah satu Kerabat...

SUBANG – Ratusan nelayan terdampak pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban kembali menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Bupati dan DPRD Subang.Rabu(5/2/2020)

Dalam orasinya Koordinator Aksi Asep Sumarna Toha menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya:

1.Mendorong kompensasi kerugian akibat akses melaut terhambat sejak pembangunan pelabuhan patimban.

2.Berikan pendidikan dan pelatihan(menyiapkan SDM) sesuai dengan kebutuhan dalam pelaksanaan Pembangunan dan Pasca Pembangunan Pelabuhan Patimban,

3.Para nelayan minta dilibatkan dalam pembangunan Pelabuhan Patimban

Para pendemo juga mendesak Bupati dan DPRD Subang untuk segera menutup Tambak Udang Vaname Ilegal yang telah mencemari lingkungan

” Tutup tambak udang Vaname Ilegal yang sudah mencemari lingkungan di kawasan Blanakan” ucapnya

Dalam aksi demo tersebut sempat diwarnai aksi saling dorong antara pendemo dengan aparat keamanan dan sempat menyegel Gedung DPRD Subang.

Aksi saling dorong tersebut dipicu karena Para pendemo kesal tak kunjung ditemui oleh Bupati maupun Wakil Bupati dan juga tak ada satupun anggota DPRD yang ada ditempat.

Akhirnya para pendemo diterima oleh Kadis Perikanan Kabupaten Subang. 20 Perwakilan Pendemo langsung melakukan dialog dengan para Kadis Perikanan di ruang rapat Bupati Subang.

Sementara itu Veri seorang nelayan Patimban mengaku sejak adanya proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban penghasilan nelayan menurun drastis karena kegiatan nelayan mencari ikan terganggu oleh kegiatan proyek pembangunan pelabuhan

” Penghasilan nelayan menurun drastis sejak setahun lalu, biasanya perhari dapat Rp.700.000, saat ini hanya Rp.200.000″ungkapnya

Kami nelayan Patimban saat ini kembali melakukan aksi demo guna mendesak pemerintah Kabupaten Subang untuk memperjuangkan nasib kami dalam menuntut Konpensasi dampak kerugian pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban yang sangat dirasakan betul oleh nelayan Patimban.

“Kita menuntut Pelaksana proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban untuk memberi kompensasi kepada para nelayan” tandasnya

 

Ahya Nurdin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU