Jumat, Januari 22, 2021

Untuk Menjamin Keamanan Data, Penerima Vaksin Akan Dapatkan SMS Pemberitahuan

SERING DIBACA

Kasus Covid-19 Meningkat! Puskemas Pusakanagara & Karang Anyar Ditutup

SUBANG- Kasus Positif Covid-19 di Kecamatan Pusakanagara dan Pusakajaya melonjak signifikan. Satgas Covid-19 kabupaten Subang terpaksa menutup 2 Puskesmas...

Cegah DBD, Lanud Suryadarma Gelar Fogging

  SUBANG - Dalam mengantisipasi dan mencegah bahaya penyakit demam berdarah, yang akhir –akhir ini merebak di musim penghujan saat...

Polsek Pamanukan Terus Gencar Patroli PPKM & Tegakan Prokes Covid-19 Kepada Masyarakat

SUBANG - Polsek Pamanukan bersama dengan Muspika Kec. Pamanukan melaksanakan Kegiatan Patroli Gabungan dalam rangka memberikan Himbauan PPKM (Pemberlakuan...

Jakarta – Pemerintah memastikan keamanan data calon penerima vaksin Covid-19. Akan mendapatkan pemberitahuan melalui SMS ke calon penerima vaksin.

Hal itu menyusul skema verifikasi dan registrasi yang diawali dengan pemberitahuan melalui pesan singkat atau SMS-blast dari Kementerian Kesehatan kepada seluruh calon penerima vaksin. Pengiriman SMS itu sudah dimulai sejak Kamis (31/12) lalu.

Merespons kekhawatiran masyarakat terkait keamanan data pribadi, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa keamanan data masyarakat terjamin.

“Pengelolaan data penerima vaksin pun mengacu pada Keputusan Menteri Kominfo nomor 253 tahun 2020 serta Keputusan Menteri Kominfo nomor 171 tentang Aplikasi Pedulilindungi,” ujar Nadia, di lansir dari Republika.co.id

Hal ini untuk memastikan bahwa perolehan data pribadi termasuk data kependudukan dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.  Kemudian, data pribadi dilengkapi dengan sistem kemanan sebagaimana diamanatkan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Ketiga, data pribadi tidak dapat digunakan untuk keperluan selain penanganan Covid-19,” kata Nadia dalam keterangan pers di kantor presiden yang di lansir di Republika.co.id, Senin, (4/1/2021).

SMS-blast dari pemerintah hanyalah langkah awal dari verifikasi calon penerima vaksin Covid-19. Setelah menerima pesan singkat, ternyata masih ada verifikasi dan registrasi yang perlu dilakukan oleh kelompok prioritas vaksinasi.

Nadia menjelaskan bahwa proses registrasi vaksinasi oleh kelompok prioritas terdiri dari dua tahap. Pertama, seluruh sasaran vaksinasi akan menerima notifikasi atau pemberitahuan melalui SMS blast dengan ID pengirim: PEDULICOVID.

Selanjutnya, penerima pesan sekaligus calon penerima vaksin harus melakukan verifikasi dan registrasi ulang melalui sejumlah kanal, salah satunya aplikasi ‘pedulilindungi’ atau situs pedulilindungi.id. Registrasi ulang ini dilakukan untuk memastikan status kesehatan calon penerima vaksin serta pemilihan jadwal dan lokasi vaksinasi.

“Untuk daerah dengan kendala jaringan maka proses verifikasi dan registrasi akan dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid di kecamatan,” jelas Nadia.

Hal ini Nadia menambahkan, proses registrasi itu penting karena pemerintah perlu melakukan screening terhadap seluruh calon penerima vaksin terkait penyakit penyerta yang diderita dan memastikan domisili. Verifikasi pun dilakukan secara sederhana melalui sejumlah pertanyaan yang dikonfirmasi oleh calon penerima vaksin.

“Verifikasi bagi peserta yang tidak melakukan registasi ulang akan dilakukan oleh Stagas Penanganan Covid-19 di kecamatan. Kami akan mengumumkan kemudian untuk alur yang lebih detail,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Kasus Covid-19 Meningkat! Puskemas Pusakanagara & Karang Anyar Ditutup

SUBANG- Kasus Positif Covid-19 di Kecamatan Pusakanagara dan Pusakajaya melonjak signifikan. Satgas Covid-19 kabupaten Subang terpaksa menutup 2 Puskesmas...

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU