Waduh! Akibat Kesulitan Ekonomi, Tiap Bulan 300 Pasutri di Subang Memilih Bercerai

0
602
Ket Foto : Ratusan Pasutri Terlihat Lelah Antri Menunggu Giliran Mengikuti Sidang Gugatan Cerai di Pengadilan Agama

SUBANG – Angka perceraian di Kabupaten Subang cukup tinggi. Tercatat setiap bulannya selama tahun 2021 dari bulan Januari hingga Mei tercatat ada 2.672 Pasutri atau pasangan Suami Istri Mengajukan Gugat Cerai ke Pengadilan Agama Subang.

“Permohonan cerai naik setiap bulannya, rata-rata 500 berkas permohonan gugat cerai didaftarkan oleh para pasutri di Subang,” kata Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Subang Drs.Dadang Zaenal , MM. Senin sore(7/6/2021).

Diutarakan Dadang, Sepanjang Januari-Mei 2021 , tercatat sudah 1.566 pasangan Suami Istri di Subang resmi bercerai

“Diantaranya dari 2.672 perkara gugat cerai yang dikabulkan sebanyak 1.365 perkara, sementara dari 916 perkara Cerai Talak yang dikabulkan sebanyak 201 perkara ” ujarnya

Menurut Dadang, dari perkara yang masuk perbulannya baik cerai talak maupun gugat cerai rata-rata sebanyak 500 – 700 perkara, 65 persennya dikabulkan oleh Pengadilan Agama Subang

” Banyaknya pasangan suami istri yang melakukan gugat cerai maupun cerai talak, menyebabkan ratusan perempuan di Subang menjadi Janda, yang Rata-rata perbulan di Subang tercatat ada Janda baru sebanyak 300-350 orang” ucapnya

Menurut Dadang, rata-rata pasangan suami istri (pasutri) yang bercerai berusia 30 sampai 50 tahun. Penyebabnya beragam, seperti masalah ekonomi, perbedaan persepsi, kekerasan dalam rumah tangga, dan kehadiran pihak ketiga.

“Tapi yang paling banyak adalah karena masalah ekonomi dan orang ketiga ,” tegasnya.

Dia menjelaskan, proses perceraian di PA melalui proses yang cukup panjang, tidak langsung disetujui begitu saja. Setelah berkas masuk, panggilan sidang cerai biasanya akan dibuat untuk dua hingga tiga pekan kemudian.

“Apalagi kalau jumlah permohonan yang masuk lebih banyak, bisa jadi lebih lama lagi, karena keterbatasan majelis hakim. Ada delapan tahapan persidangan perceraian itu,” jelas Dadang Zaenal

Dipaparkan Dadang, kedelapan tahap persidangan perceraian, yakni mediasi, pembacaan gugatan, raplik, duplik, pembuktian, kesimpulan, dan musyawarah masjlis mengarah keputusan perceraian sidang.

Tahap awal perceraian dilakukan dimediasi. Kalau keduanya hadir saat mediasi, maka prosesnya bisa berjalan cepat. “Tapi, biasanya. hampir 65 persen pasutri tidak hadir saat dilakukan mediasi,” pungkasnya.

Ahya Nurdin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here