Minggu, April 18, 2021

Waduh! Tiap Bulan Ratusan Perempuan di Subang Memilih Jadi Janda Muda

SERING DIBACA

Blusukan Ke Pasar Malam Kapolsek Subang Himbau Patuhi Prokes Covid 19

  Subang -Kapolsek Subang Kompol Yayah Rokayah beserta jajaran melaksanakan Kegiatan Edukasi tentang wajib menggunakan Masker, Cuci Tangan menggunakan Sabun,...

Ciptakan Kamtibmas Jajaran Polres Subang Gelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan( KRYD)

  Subang - Berdasarkan arahan dari Kapolres Subang AKBP Aries Kurniawan Widiyanto Jajaran Polres Subang melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan...

Polres Subang Gelar  Bakti Sosial Ops Keselamatan Berkendara Lodaya 2021.

  Subang-Kapolres Subang AKBP Aries Kurniawan Widiyanto turun langsung pimpin kegiatan Bakti Sosial Keselamatan Pengendara ops Lodaya 2021 di Pos...

 

SUBANG — Kasus perceraian di Kabupaten Subang tergolong cukup tinggi. Yang memprihatinkan, banyak rumah tangga yang mengalami perceraian sebenarnya merupakan rumah tangga yang belum berusia cukup panjang. Hal ini menyebabkan jumlah ibu rumah tangga yang kemudian menjadi janda muda cukup besar.

”Ada cukup banyak ibu muda yang kemudian janda muda setiap hari rata-rata 10-15 perempuan di Subang jadi Janda. Fenomena ini cukup memprihatinkan karena pasangan suami-istri yang mengajukan permohonan cerai sebenarnya baru berkeluarga belum lama,” ujar Panitera Pengadilan Agama Subang, Dadang Zaenal, Selasa(24/11/2020) kepada patimbannews.com

Dia menyebutkan, bila dirata-rata, dalam sebulan ada sekitar 350 hingga 500-an permohonan perceraian yang diajukan pasangan suami-istri. Sebagian besar yang mengajukan permohonan cerai justru dari perempuan.

”Dengan pengajuan perceraian sebanyak itu, yang akhirnya diputus cerai oleh PA Subang bisa mencapai 350-an per bulan. Kita memutus cerai pasangan tersebut karena upaya mediasi untuk mendamaikan pasangan tersebut, sudah tidak mungkin dilakukan,” ujar Dadang Zaenal.

Dengan jumlah permohonan cerai sebanyak itu, Dadang menyebutkan, dalam satu tahun lebih dari 4.200 kasus permohonan cerai yang masuk ke PA Subang.

“Dari Januari hingga pertengahan Nopember 2020 Pengadilan Agama Subang mencatat ada 4.078 perkara diantaranya, 2.886 perkara Gugat Cerai dan 1.192 perkara cerai talak” ungkapnya

Sedangkan alasan permohonan cerai, menurut Dadang Zaenal, paling banyak disebabkan persoalan ekonomi keluarga sebanyak 2.519 kasus yang kemudian berujung pada pertengkaran pasangan suami istri.

”Pertengkaran ini, kemudian menyebabkan salah satu pihak meninggalkan kewajiban serta tanggung jawabnya,” katanya.

Yang memprihatinkan, pasangan suami istri yang mengajukan permohonan cerai adalah pasangan yang masih berusia 24 tahun sampai 35 tahun dengan jumlah anak satu atau dua orang. Banyak di antara mereka, saat memutuskan melangsungkan pernikahan tidak memikirkan masalah ekonomi yang akan mereka hadapi.

Lebih dari itu, kebanyakan kasus perceraian yang diajukan justru berasal dari masyarakat, terutama di wilayah-wilayah pedesaan yang dikenal sebagai kantong buruh migran maupun buruh pabrik serta kantong-kantong kemiskinan di Subang seperti diwilayah Subang Utara maupun Selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Blusukan Ke Pasar Malam Kapolsek Subang Himbau Patuhi Prokes Covid 19

  Subang -Kapolsek Subang Kompol Yayah Rokayah beserta jajaran melaksanakan Kegiatan Edukasi tentang wajib menggunakan Masker, Cuci Tangan menggunakan Sabun,...

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU