Sabtu, Juni 19, 2021

Walau Pandemi, Peledakan Sektor Konstruksi Dahana Terus Melaju

SERING DIBACA

Covid-19 Meningkat! Dinkes Subang Akan Sulap RUANG BERSALIN di 17 Puskesmas Jadi Tempat Perawatan Pasien Covid-19

  SUBANG - Kasus Covid-19 di Kabupaten Subang dari hari ke hari di bulan Juni 2021 terus meningkat signifikan. penambahan...

Hari Ini Jumat(18/6/2021)! 238 Orang Warga Subang Terpapar Covid-19 & 5 Orang Meninggal Dunia.

  SUBANG - Kasus Covid-19 di Kabupaten Subang dari hari ke hari di bulan Juni 2021 terus meningkat signifikan. penambahan...

Pemkab Subang Kembali Berlakukan PPKM! Hajatan Maximal Dihadiri 50 Orang, Tempat Hiburan & Wisata Ditutup Sementara

  SUBANG - Kasus Covid-19 di Kabupaten Subang terus meningkat di Bulan Juni 2021 ini. Dalam upaya menekan penyebaran Covid-19...

Jakarta- Bendungan Pamukkulu yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional rencananya akan menjadi bendungan terbesar ketiga di Provinsi Sulawesi Selatan, setelah Bendungan Bili-bili di Gowa dan Paselloreng di Wajo. Di Bendungan Pamukkulu Kabupaten Takalar ini DAHANA diamanahkan untuk membuat dua tunnel: pengelak sepanjang 378 m dan pengambil sepanjang 294 m.

DAHANA memulai first blasting atau peledakan pertamanya pada Juli 2020 dengan kontrak selama 6 bulan yang diperpanjang hingga satu tahun. Meski memasuki musim penghujan dan dan air memasuki proyek terowongan, tim DAHANA selalu sigap memompa air agar proses peledakan bisa dilakukan dan proyek selesai tepat pada waktu yang diberikan oleh konsumen.

“Untuk proses peledakan, kami melubangi tunnel sedalam 2,5 hingga 3 meter menggunakan Dayagel Extra 200gr, Dayadet Non Electric Detonator. Sementara untuk rangkaian kami menggunakan Detonating Cord, serta Electric Detonator untuk inisiasinya,” ungkap Setio Budhianto, GM Divisi Kuari dan Konstruksi PT DAHANA (Persero) di Jakarta, 25 Mei 2021.

Masih menurut Setio, aplikasi bahan peledak pada proyek tunneling memiliki keunggulan dibanding yang lainnya. Peledakan dapat mempercepat proses pembuatan tunnel sehingga efektif dan efisien bagi keperluan konsumen.

“DAHANA harus semakin kompetitif baik di kalangan internal yang mengharuskan penataan efisien, maupun di luar dalam memperebutkan proyek dan memberikan pelayanan bahan peledak secara total yang terbaik,” lanjut Setio Budhianto

Sementara itu, Direktur Operasi PT DAHANA (Persero) Bambang Agung menilai prosfek bisnis di sektor konstruksi sangat terbuka. Di pertengahan 2021, meski masih berada dalam situasi pandemi, tim Divisi Kuari dan Konstriksi PT DAHANA (Persero) tengah bersiap menghadapi berbagai macam geliat proyek konstruksi seperti Tol Probowangi di Jawa Timur, Tol Sigli di Aceh, Bendungan Cipanas Sumedang, dan beberapa proyek konstruksi lainnya.

“Selain itu, ada proyek pembuatan jalan ke Smellter didaerah Morowali yang direncanakan sepanjang 22 Km. Tim Kuari & Konstruksi Dahana harus membuka daerah yang masih hutan di dua Desa Bahodopi dan Filapi, Morowalli. Dahana tengah menyiapkan personil yang tangguh dengan menggunakan sumber daya peralatan dan bahan peledak yang sesuai dengan kondisi lapangan. Di proyek ini DAHANA mengerjakan dengan paket lengkap berupa Drilling dan Blasting dengan menggunakan bahan peledak Dabex,” terang Bambang Agung.

Segudang pengalaman dalam membangun negeri telah dikantungi DAHANA. Sebut saja pengalaman pada Proyek pembangunan PLTU suralaya 2 X 1000 MW, Tol trans Sumatera sektor Lampung, Bendungan Tugu Trenggalek, Pembuatan Jalan Akses Mandeh Sumatera Barat, Bendungan Jati Gede, Swityard PLTU Salira dan masih banyak lagi. Hal ini membuat DAHANA tetap dipercaya memegang layanan peledakan pada proyek strategis nasional.

Feri Kosasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU