Senin, April 19, 2021

Wooow! Hasil Kajian UNPAD & ITB, Sebanyak 88 % Warga Pantura Setuju Subang Utara Jadi Kabupaten Baru di Jawa Barat

SERING DIBACA

Serikat Nelayan NU Kerjasama Loka PSPL Serang Kembangkan Potensi Mangrove dan Garam di Jawa Barat

  DEPOK - Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Jawa Barat Bekerjasama dengan Loka PSPL Serang Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dalam...

Polsek Subang Himbau Warga Tidak Berkerumun Pada Pendataan Banpres Di Bank BNI Subang.

Subang - Pendataan  Banpres di Bank BNI Subang Timbulkan kerumanan yang tidak terhindarkan Hal ini tentu menjadi sorotan publik dimana...

Ramadhan Berkah! IJTI Korda Purwasuka Gandeng Karang Taruna Bagi-bagi Takjil Kepada Pengguna Jalan

  Purwakarta, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Purwasuka menggandeng Karang Taruna Unit Dusun 2 Desa Cibeber Kecamatan Kiarapedes Kabupaten...

SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menyatakan bahwa pemekaran daerah otonomi baru Kabupaten Subang utara, Direkomendasikan.

Hal tersebut terungkap berdasarkan laporan tim kajian pemekaran daerah Kabupaten Subang dalam Zoom meeting Sosialisasi Kajian Rencana Pemekaran Daerah Subang Utara di ruang Bupati 1, kamis (14/01/2021)
.
Rapat yang dipandu oleh ketua tim kajian Dr. Rahman Mulyawan, M.Si tersebut memaparkan sejumlah hasil kajian akademik para ahli diantaranya kajian aspek hukum, demografi, keamanan, sosial politik dan ekonomi.

“Berdasarkan polling tentang pemekaran daerah kabupaten subang “52,29% sangat setuju, 30,66% setuju,4,88% tidak setuju, 10,10% sangat tidak setuju, 1,85% tidak berpendapat” paparnya
.
Berdasarkan laporan tim kajian, ada 14 kecamatan yang akan masuk dalam Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) diantaranya Kecamatan Blanakan, Ciasem, Legonkulon, Pamanukan,Patokbeusi, Sukasari, Pusaka jaya, Pusakanagara, Cikaum, Tambakdahan, Binong, Compreng, Pabuaran, Purwadadi.

Dari luas wilayah dan persebaran penduduk kecamatan Ciasem memiliki wilayah paling luas dan paling banyak penduduknya, dengan luas 110,04 km2 berpenduduk sebanyak 114.942 jiwa, namun tingkat kepadatan penduduk tertinggi berada di kecamatan Pamanukan yaitu sebesar1.836,36 jiwa/km2 “Ungkap salah satu tim pengkaji dari ITB Nurrochman ST, MT, Ph.D.
.
Dalam kesempatan tersebut kang Jimat sapaan Bupati Subang menyampaikan bahwa Kajian pemekaran daerah kabupaten subang utara merupakan tindak lanjut dari apa yang telah kami janjikan pada saat sebelum kami terpilih jadi bupati Subang dan hal tersebut bentuk respon dari aspirasi masyarakat pantura

” Ini janji politik saya dulu waktu nyalon Bupati Subang dan hari ini janji itu mulai dibuktikan dengan kajian yang hasilnya sangat layak serta kedepan akan terus diperjuangkan untuk jadi Kabupaten Subang Utara” ucap Ruhimat
.
Ruhimat juga menghimbau kepada seluruh masyarakat pantura agar menjaga ketertiban dan kondusifitas, mengingat program strategis nasional patimban sudah beroprasi.dan jalan patimban-cilamaya sedang dalam proses

“Pelabuhan Internasional Patimban dan aspek pendukung pelabuhan lainnya tolong dijaga oleh masyarakat, karena kedepan itu akan menjadi Aset dan PAD bagi Kabupaten Subang Utara” ungkapnya

Selanjutnya Pemkab Subang akan mempersiapkan sosialisasi hasil Kajian ke lapangan, sambil menunggu RPP Penatan Daerah dan RPP Desain Besar Penataan Daerah disahkan oleh Presiden Joko Widodo

.
Berikut adalah Daftar Tim Kajian Pemekaran Daerah Kabupaten Subang:
– Dr. Drs Rahman Mulyawan, M.Si
– Dr. R Widya Setiabudi S.SIP, MT, Ph.D
– Ridwan Sutriadi, ST, MT, Ph.D
– Nurrochman ST, MT, Ph.D
– Ida Widianingsih, SIP, MA , Ph.D
– Dr. Caroline Pakarina, SIP, M.Si
– Edi Jaenudin, SE, M.Si
– Dr. Irlandia Ginanjar, S.Si, M.Si
– Asisten Peneliti

Pengumuman hasil Kajian pemekaran Daerah Kabupaten Subang Utara ini diikuti oleh Sekda Subang, para Asda dan staf ahli bupati, kepala OPD, para camat se- Kabupaten Subang. Lurah, Kades, BPD, serta tokoh masyarakat se-Kab. Subang.

Wartawan : Ahya Nurdin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU